www.welcome.com

why we wait - welcome - communicate

Jumat, 10 Juni 2016

Dodolipoliglot



Kisah Dodolipoliglot Si Detektif Hewan

·         Karena kesal pada sapinya yang bau, Dodolipoliglot menghukum sapinya dengan mengasingkannya ke padang rumput supaya sengsara.
·         Merasa jijik pada cacing tanah, Dodolipoliglot mengubur mereka hidup-hidup di tanah.
·         Karena ikan masnya terus mengotori akuarium, Dodolipoliglot berencana membunuhnya dengan cara menenggelamkannya di sungai.
·         Sebal pada burungnya yang kicauannya jelek di kurungan, Dodolipoliglot mengusirnya keluar dari kurungan.
·         Setelah ayamnya berulah, Dodolipoliglot marah dan melemparinya dengan butiran jagung dan beras sebanyak-banyaknya

Antimiras?



OK kalau ada perda antimiras, itu bagus. Minuman keras memang bisa berpotensi menimbulkan kriminalitas karena jika dikonsumsi terlalu banyak maka menimbulkan penurunan kesadaran. Orang bisa berbuat semau saja bila sudah teler, mulai dari menggoda mbak-mbak teller yang semok (meskipun orang sadar tak kalah dahsyatnya saat suit-suitin mereka), sampai membagi-bagi stiker antirokok (?). Pas lagi zonk, bisa salah coblos jago dari parpol lain, gara-gara ada foto cowok cakep dengan nama yang mirip kondisi jiwanya (yang baru manunggal kaliyan ‘gusti’). Perda ini mungkin juga untuk mengatasi kecurangan para mafia miras. Cukong-cukong itu maunya bikin orang lain mabok tapi mereka nggak mau nyekek setetespun karena takut salah hitung duit hasil penjualannya. Bisa jadi kalo pas hangover trus liat duit seribu, kok nol-nya jadi dobel-dobel.
Tapi lihat dulu, kalau rakyat dilarang mabok trus aparat dan elit-elit politiknya apa sudah memberi teladan antimaksiat? Misalnya, polisi tidak minta uang sogokan buat membebaskan seseorang dari tilang, pejabat pemerintah tidak menyunat dana bantuan ke bawah, caleg atau calon lain tidak menebar politik uang sekalian melestarikan dinastinya dalam tampuk kekuasaan. Sudahkah? Kalau belum marilah kita melaksanakan himbauan AA Gym: ‘mulai dari hal kecil’, ‘mulai dari diri sendiri’, dan ‘mulai sekarang’.
Ada mungkin yang berdalih bahwa penegakan hukum terhadap pelaku KKN akan dilaksanakan ‘sambil jalan’. Maksudnya akan dieksekusi berbarengan dengan penegakan perda antimiras tersebut. Ya tapi dari dulu kok selalu rencana? Bukankah celaka jika orang gemar mengatakan akan berbuat kebaikan itu.
Kalau masih jauh panggang dari api, maka ya tingkah kalian para petinggi bakal ditertawakan rakyat. (tertawanya sambil mabok pula)

Rabu, 08 Desember 2010

Lihatlah perubahan ‘kecil’

Bertatap muka untuk berkomunikasi adalah sebuah hal yang seharusnya ‘sakral’. Seseorang dituntut untuk menghormati lawan bicaranya. Dia harus menjaga ucapan, pandangan mata, dan gerak tubuh. Dia harus mendengarkan apa yang diucapkan lawan bicaranya dengan perhatian, sambil berpikir untuk memberi tanggapan yang sesuai dan tidak menimbulkan konflik di antara mereka. Banyak sebenarnya etika-etika yang terbentuk atau sengaja dibuat hanya untuk sekedar mengatur sebuah genre ‘bertatap muka.’
Menariknya, kini banyak manusia merasa gerah dengan aturan-aturan yang dibuatnya sendiri. Paradigma baru yang entah datang dari mana membuat manusia merasa ‘terpenjara’ dengan segala sesuatu yang bersifat ‘konvensional’. Celakanya, mereka menjadi tidak beraturan dalam hal-hal kecil hanya untuk mengatasnamakan ‘kebebasan’.
Tatap muka tak luput dari hantaman fenomena tersebut. Kini orang selalu membawa mobile phone kemana-mana dan tak lepas dari genggamamnnya, seakan tak bisa hidup tanpanya. Bahkan saat bercakap-cakap, orang masih sempat untuk membalas sms, menjawab telepon, atau berFB-ria. Bisa dibayangkan bagaimana kacaunya sebuah pembicaraan jika para pelaku komunikasi nyambi dengan hal-hal seperti itu. Pemandangan unik seringkali terjadi ketika banyak orang (biasanya anak muda) berkumpul, namun kebanyakan sibuk dengan hp sendiri-sendiri. Mungkin saja, dalam keadaan seperti itu, mereka dapat dihipnotis ketika mereka tidak terlalu memperhatikan apa yang dikatakan lawan bicara. :) Lihat saja, orang disampingnya yang bisa diajak bicara malah terkadang dicuekinya (atau saling tak acuh), karena zaman sekarang, jari-jari juga menjadi alat bicara!
Manusia secara tidak sadar (seringkali dengan sukarela) telah ‘diperbudak’ oleh hal-hal yang mempermudah mereka, teknologi. Duapuluh empat jam dalam sehari tak akan pernah memuaskan hasrat manusia untuk materi, apalagi ditambah dengan tuntutan ‘gaul’. Berinteraksi dengan orang disekitar dirasa tidak cukup. Seorang yang modern harus mau berkomunikasi secara global, baik secara nyata maupun maya. Disini teknologi (yang lagi-lagi harus dikompensasi dengan materi) menjadi faktor ‘pemaksa’ sekaligus ‘solusi’. Handphone tidak akan mengerti jika tuannya sedang sibuk rapat. Salahsatu tugasnya yaitu memberikan apa-apa yang disampaikan lewatnya, baik pesan maupun panggilan. Sang tuan biasanya juga tidak berani meninggalkannya dalam keadaan off karena takut bila bisnisnya gagal, kekasihnya marah, dll. Jadi, seorang pemilik ketakutan dengan apa yang dimilikinya dan dibutuhkannya. Kekhawatiran itu mengorbankan hal-hal yang normal, seperti contoh tatap muka tersebut.
Suatu saat nanti mungkin tatap muka akan bergeser jauh dari peran yang terdahulu. Berkomunikasi secara maya lama-kelamaan akan menjadi sebuah ‘kenikmatan tertinggi’, mungkin karena orang-bisa membayangkan apa saja yang ia mau tentang lawan bicaranya. Tatap muka hanya akan menjadi ‘selingan’ saja atau untuk sekedar menyampaikan ‘titipan barang’ dan basa-basi. Entah apa namanya, mungkin zaman post-sejarah, ketika manusia tidak memiliki kebutuhan bertatap muka untuk berkomunikasi secara serius, bahkan dalam urusan kenegaraan. Bisa jadi akan muncul ‘negara maya’ yang bisa on-line atau off-line dan tidak memiliki batas-batas wilayah berupa daratan dan lautan, penduduknya dapat berganti kewarganegaraan dalam hitungan menit, dan hal-hal yang sulit dibayangkan saat ini.
Memang sungguh unik ketika dunia nyata dan maya seakan tak berbatas dan telah tercampur aduk.

Penerbitan Perlu Sentuhan Seni

Seorang editor bukanlah karyawan penerbitan yang hanya duduk di kursi menunggu perintah dari atasan saja. Tuntutan zaman telah memaksa seorang editor menjadi ujung tombak dalam penerbitan karena dialah seseorang yang memiliki tanggung jawab besar di dalamnya. Sebagai ujung tombak, dia diharuskan untuk menjadi seorang jenius berwawasan luas, memiliki leadership, sekaligus berjiwa seni.
Proses di bagian penerbitan adalah lebih dari sekedar aplikasi skill, tetapi juga pengekspresian visual alias seni. Seni tersebut untuk menerjemahkan visi yang tersirat dalam sebuah penerbitan produk teks. Pemahaman akan tata bahasa dan luasnya perbendaharaan kata akan kurang berguna tanpa pengetahuan tentang nilai rasa sebuah kata. Pemahaman akan suatu teks akan sia-sia tanpa didukung pengetahuan tentang konteks, baik konteks budaya maupun situasi. Demikian pula kekayaan suatu ilmu akan menjadi mubazir tanpa mengetahui keinginan atau kebutuhan pasar. Hal terakhir ini semakin menjadi penting mengingat isi sebuah buku paling menjadi penentu kesuksesan.
Sebuah naskah mungkin saja sangat menarik atau hambar sama sekali. Namun, visi yang tersirat dari bahan mentah tersebutlah yang harus ditemukan terlebih dahulu. Bagaikan seorang manajer, editor harus menggariskan hal tersebut sebelum memutuskan untuk menerima sebuah naskah. Naskah yang biasa saja bisa menjadi potensial karena adanya kebutuhan di pasar yang tinggi. Apalagi naskah yang memiliki keunikan, maka seorang editor harus berani menerima dan mulai untuk mengeluarkan segenap jiwa seninya agar bisa memolesnya menjadi masterpiece.
Untuk menumbuhkan jiwa seni tersebutlah yang memakan waktu tidak sebentar. Ide atau inspirasi merupakan hal yang sangat penting bagi seorang editor seniman. Mendapatkannya sangatlah sulit jika tidak terlatih dalam berpikir kreatif atau dalam akuisisi naskah. Editor harus mau menjadi seorang ‘pencuri’ ide, atau paling tidak dia berkorban untuk berbelanja ide. Mencuri ide orang lain adalah legal selama belum dipatenkan atau tidak melanggar etika. Metode ini pun dirasa paling efektif untuk memunculkan inovasi baru, karena orang dapat mendapatkan ide secara utuh dan orisinil tanpa ditutup-tutupi. Misalnya, ada orang penerbit A mengisyaratkan untuk menerbitkan buku tentang beternak tokek, kemudian editor penerbit B mengetahuinya dan langsung mencuri start dengan tema tersebut. Mungkin penerbit A merasa kecolongan, tetapi sebenarnya hal itu akan menimbulkan kreativitas baru bagi mereka untuk mengemas sebuah produk dengan topik sama namun ‘rasa berbeda’. Jadi, sebenarnya kedua penerbit sama-sama memperoleh keuntungan, baik yang mencuri maupun yang kecurian.
Jalan lain adalah berbelanja ide, yaitu dengan mengadakan sharing dengan rekan dari penerbit lain atau penulis yang sudah terkenal. Cara ini dianggap lebih fair daripada mencuri ide, namun terkadang ide yang muncul sifatnya serampangan atau sporadis sehingga kurang efektif. Walaupun demikian, cara ini tetap harus digunakan untuk memperoleh inspirasi seluas-luasnya demi penerbitan yang inovatif. Sumur-sumur perlu digali lebih dalam dan lebar untuk mendapatkan inspirasi tersembunyi sekaligus menampung curahan ‘hujan’ ide.
Jika editor sudah memiliki kepekaan dalam penyuntingan dan dunia perbukuan, dia akan mulai menjadi seniman. Ide-ide penerbitan di dalam benaknya akan muncul dari hal-hal yang tidak diduga orang lain, misalnya tentang naskah 3 dimensi atau memadukan dua topik yang secara umum tidak nyambung. Waktu dan tempat akan semakin sulit membatasinya dalam berinovasi karena dia sadar bahwa inspirasi ada tidak hanya saat jam kerja dan di kantor.
Aplikasi ide selanjutnya menjadi tantangan yang luar biasa. Mencari penulis yang tepat atau menyeleksi naskah yang ada tentu saja memerlukan strategi yang jitu. Sorang seniman visioner akan melihat calon karyanya dari berbagai sisi, baik sisi kualitas isi maupun komersialnya. Sebuah naskah fiksi tentang petualangan bisa jadi bagus dan matang, namun menjadi tidak inovatif bila hanya diedit kebahasaannya saja. Editor harus mengetahui tentang spesifikasi buku, kaver, tata letak dan ilustrasi yang benar-benar pas untuk naskah tersebut sehingga tidak menjadi kesia-siaan, misalnya hanya karena ilustrasi gambar asal-asalan atau menggunakan ukuran kertas yang terlalu besar. Di sini lagi-lagi intuisi seni bermain secara alamiah ketika editor harus mempertimbangkan hasil editingnya secara visual. Dengan kata lain hasil akhir sebuah penyuntingan naskah harus bisa dibayangkan sehingga menjadi acuan dalam bekerja. Tentu saja, editor tidak bekerja sendiri, melainkan dia harus bersinergi dengan bagian artistik untuk mewujudkan karya terbaik. Hal tersebut semakin menguatkan alasan bahwa sentuhan seni harus dimiliki editor sehingga dia tidak asal nurut saja untuk urusan artistik. Bahkan dia harus lebih mengerti secara filosofis tentang naskah yang dikerjakannya daripada yang lain hubungannya dengan pendukungnya (desain kaver, layout dll) karena nilai-nilai itu tetap bersumber dari isi naskah tersebut.
Jiwa seorang editor dituntut untuk menyatu dengan apa yang dikerjakannya tanpa terlepas dari tuntutan bisnis. Jadi, seni di sini tetap memiliki batasan yang jelas karena sebuah penerbit pasti bagaikan berada dalam sebuah pasar; ia memiliki sebuah kios yang dipoles secantik mungkin agar dikunjungi dan diminati pelanggan. Pelanggan selalu memperhatikan bentuk, isi, dan harga serta menghargai keprofesionalan sebuah produsen. Penjual ide yang paling kreatiflah yang akan menang, bukan karena semata kualitas naskah namun juga karena kepekaan akan kebutuhan pembaca –karena buku memang untuk dibaca bukan pameran kata-kata belaka.
Sesuatu yang inovatif tak akan lepas dari sentuhan seni. Tanpa rasa keindahan, semua akan menjadi hambar. Tanpa sebuah ‘kegilaan’ yang positif, segalanya akan stagnan dan membosankan. Suatu ketika, sebuah visi perlu diubah saat kejenuhan mendekati kulminasi dan saat hantu krisis melanda penerbitan. Kegilaan dipadu dengan keindahan diperlukan demi menyelamatkan dunia perbukuan agar tidak terjerumus ke dalam jurang pembodohan publik. Bisa saja karena krisis moneter, sebuah penerbit akan mengeluarkan buku-buku atau novel-novel yang hanya menjual mimpi dan meminggirkan naskah-naskah yang sebenarnya problem solving. Artinya, pemikiran tentang revolusi seni harus selalu dimunculkan oleh seorang editor, baik di saat jaya maupun ketika genting.

Kamis, 28 Oktober 2010

Ballads of Youth

Ballad of Youth

Face and fight
you don't get another choice
or the fire will burn around
Move and run
you don't have another wind
now the water is getting high

startin' new day with nobody you love
walking alone on the street full of strangers

Sweat and blood
They're like riverflow
running down fast and drying slow
Life and death
stand on a dark thin line
waiting for another passenger

in the halfway, we'd face a crossroad
the hardway to heaven and highway to hell

Nothing I can do but to get out of the pain
Nothing I can say but 'let's we walk through the rain'
What else can we dream of? but keep the dreams alive
It's something to keep this young soul alive


Birds of Prey

vicious storm beat down the desert
a kind of creature's trapped in agony
burning in hell like cursed by wizard
the last groan was to ensure destiny

the smell of carrion'd not yet arrived
but birds of prey started resurrecting
didn't care how bad to death it starved
the call of bloody supper's reverberating

supper's ready
rip the corroded skin out
supper's ready
chop the rotten flesh out

affection faded and turned into torture
when the afternoon sky's getting darker
they wanted to draw a bloodbathed picture
on the dry ground, on the field of slaughter

the shade of life and death's been gone
hot air's flowing into the ripped brain
those birds of prey show the destination
where the poor beast will be out of pain


Dance

running in joy, romping around in the snow
searching for new toy, they don't wanna be too slow

climb up the trees, just try to seek the hiding sun
maybe it freezes, maybe it's running out of fun

don't wait too long for the game
we'll dance in the winter frost
set the iced ground all aflame
till' the dying time is lost
don't tell me too many words
we'll keep dancing with the hail
sing along like northern birds
looking for the summer trail

look through the window, the war game isn't yet over
weeping willow is still sleeping under white cover



gone with wind

I don't know how it came
I don't know how it's gone
I gotta dive deep inside my heart
If I wanna make it clear

I still remember when you came
I still can see that you're here
But it's so strange
that I've forgotten that kinda feeling

and it's gone far, gone with wind
it's been gone by, gone with the ocean
I could sail away,
but it's too hard to find again

You used to fill up my heartbeat
You used to paint my everydays
now I can't see the red and blue
as they've long faded away



heaven

so much pretending
to shake this feeling
till I can't help being all alone

so many reasons
to hide this mission
till I suffer all on my own

everytime time she's gone
waving me good bye
I feel I'll lose her
forever

so much I wonder
thing's getting clearer
I need someone to understand

too long I'm waiting
too hard I'm thinkin'
till' everything almost dies

all the time she's gone
leaving all her few words
I feel I'll lose her
forever

heaven's up there
I'm sure it's made for you now
waiting for your comin'
and heaven's up there
with the angels inside
will celebrate for your comin'
I see the sky at night
there shines the fullmoonlight
and million stars will guide you home
I'd never let you down
I'd never let you cry
as my love for you will never die

and my best wishes for you is something I can do
only God can make it true
and if this is all I can do I'll never regret at it too



If I could turn back the time

What an emptiness and loneliness
filling my heart haunting my night
I've made a mistake
that shouldn't once happen here
tearing our days getting you in tears

Wait for a moment I need to say now
I never mean to hurt you
If you'd understand
and want me to say sorry
now please forgive for the things I've done

If I could turn back the time
I'd make something better
and keep it forever
But I know I'm just a man
Who's so far from the perfection

I'm starting to build the bridge over again
and we won't be apart till the end of the time


saviour

the world is heated by warfare
my life keeps hanging on the line
people blame each other
and I don't know who is right
show me the way that
used to steer us right

I'm waiting for the true saviour
who never claims himself a lord
He'll force people to hold on
the line that's long been abandoned
but he won't ask people
to worship him cause he's a man

and the day is near
the signs come clearer
we're still tortured but
tomorrow we'll be glorious
if we keep fighting against the evil
the saviour will soon be here
to sweep away the enemies

this faith is like an old cliff
beaten by waves and hurricanes
one by one fellows sell
their souls for passion
some will give it for
the caress of devils



Song for Na

beyond my loneliness
there's a party in the sky
seven threads of peacefulness
dance in these mornings of July

apart from my misfortunes
evening birds greet me warm
they come to sing heaven's tunes
as if it could save me from harm

and it's my song of yearning
through the laughter and tears
so little time so little chance
we could really be together

across the lake of broken dreams
the starships start sailing away
I see the old wrinkled half-moon gleam
over the harbour after a rainy day

to the distant horizon
I still wanna fly away
if you ask me the reason
I'll be silent coz I don't know why


I'll be around

Would ya tell me what's going on
I feel that something has gone wrong
I never wish you're feeling down and low

Could ya look right into my eyes
Believe that on me, you can put a trust
Don't lose yourself into the sorrow alone
Cause I'll be around

I won't let you fall
I won't let you down
into the darkness you never want
I'll walk beside
I'll hold your hand
'till the storms really end

Don't you think of givin' up
I know there's always a way out there
to leave and forget all the pain we feel

till the sun loses its rays
and till the ocean loses its tide


Old Graveyard

gust of wind swept everything weak on the ground
some footsteps against it made a different scene
a tombstone with broken epitaph watched a stranger
and tried to remind everyone of neglected years

along the old forgotten sites
those lonely steps wanted to wake the deaths
and over the ancient-wooden trees
birds of prey seemed to find a long-awaited guest

the gate's opened wide like since thousands years
pieces of bricks were scattered on the dying grass
those slow heavy paces shook the silent stones
it's not a newborn grave digger who came around

it was long time since the last burial
there's no tears flooding on the dry yard
and those lights on the surrounding wall
started dying down in the death of night

some withered flowers still gave few traces
bout how much someone took care of this life
nobody remembered faces inside the stones
now the requiem no more echoes in the air


Outshined

I have to bury a kind of feeling
the feeling that outshined my mind
once it came and reigned over me
beating my soul, driving me blind

The evil storm easily enraged
blowing up inside my sanity
this blind passion is encouraged
driven into insanity

two-faced creature
with devilish charm
beutiful words
bestial missions
the shining eyes
outshined me
closing the truth
behind the darkness


Remains

the sky is still snowing
it's a december-like scene
I see outside my door
and the warmth of sushine
is slowly gone but something remains

it's the old love you gave
I had so much and used to
see its glowing side
now there's an eclipse inside my heart
and it seems to fade away

I never mean to turn off the light
and never wanna hide in shadow of doubt
I just wanna let you find your way
cause it's everything you have

but something remains
inside my head I can't forget
that you meant to me
and through my eyes I can still
clearly see your name always stays

with all these remains
I still wanna look at your eyes
with all these remains
I still wanna see your face


Scan

There walks without fear, a scavenger
on what are littered and scattered
from the complicated mind
He binds the scraps and picks the cans
and takes the rags in rapid scans
removing the dirt and the stain
People may forget what they discard
deleted outtakes in their records
But he compiles them in such a way
keeping in his recycle basket
drowning in the muddy pool all day
being stinky until midnight
only to rejuvenate wasted wisdoms
wrapped loosely in old torn tongues
just to make sense of many idioms
concealed in those ignored junks


Secrets of life

I wonder how You can hang one's life on a thread
and someone may keep alive or die on the street
I think about the secret of life
but never find the answer
so I believe that everything's been written
before the world's born

I wonder how You can make a desperate man survive
living in the vicious circle that is alive
I think about the secret of life
and I can never deny
so I believe that changes have been written
in a book of destiny

If only I'd known how long I live my life
If only I'd known when I will die
but the secrets won't reveal
though the fortune tellers try
If only I'd known how long this life lasts



Sundown

Walking along the pathway near the railroads
with a great feeling is like in paradise
Watching the sleepy sun that slips in the western sky
is just like at the heaven's gate

Sitting on a grassy hill and spending the rest of day
It seems I breathe healing air
Seeing new blessed life in this amazing time
I sense holy signs from somewhere

Oh Lord, when the twilight kiss the earth
and the sea birds start to return home
I'd like to fly away from where I stand now
and drown myself into Your Grace

The beauty of the sundown I can see everyday
becomes a friend who draws me a masterpiece
It's the Big Hand, the owner of the fanciful pool of light
Bringing me countless woven colours

Oh Lord, when the light of day slowly fades away
I'm not sure I'll meet him again
Cause tomorrow is the secret I don't know
So keep me forever from hurt and pain



the last time she waved goodbye

northern stars will you light up the sky tonight?
morning star will you come again tomorrow?
since I long for heaven's light in the dark lonely night
till I can face the light of day

southern stars please shine on another night
morning star I'll wait for you 'till tomorrow
I won't stop thinkin' of you all so I can feel alright
then something seems to make me say

isn't there a time for me to think about her
everytime I'm alone, everytime she's gone
it hurt so bad that I can never make her here
and I still remember the last time she waved goodbye

twilight sky I draw you face in my mind
evening voices keep echoing in my ears
I know it's time for me to sing and make her hear
cause something seems asking me to say



When the young break

In the New Year we lit up fire
On the scraps of broken memory
the whirlwind blew, it started to glare
almost burning up all sanity

When the young break
like exploding galaxy
the stars start to leak
losing much of beauty

The devils dance around the fire
throwing pieces of broken promises
They celebrate for the betrayer
who stabs from the back

When the young break
like cracks in the mirror
the olds start to freak
the world sinks deeper



this true love

After the rain everything may change
It's washed me off the pain in this cold evening
It's not a winter time
cause the new life seems to begin

sometimes there's strong wind blowin' inside
darkness is comin' tryin' to put off the light
but I light the candle
to keep my faith shining inside my heart

hope is growing like flowers in the spring
and I hear it calling

in the end of this day and these rainy nights
I've got what I've been lookin' for
Oh Lord keep me safe and make my life alright
as I've really find this true love


hello black hole eye

climbing the ladder of universe
in eternal starry night out of time
trepidation and bliss will immerse
in turbulent trance and dream
like an adventure of ancient dust
drifting out beyond the horizon
hysteria mingles with passion's blast
in magical mysterious motion
say hello to the black hole eye
where nothing can hardly escape
the starship will carelessly fly
welcomed warm by alien waves
which flash faster than light
and show lot of parks and graves
vinnie's defying gravity
I'm flying into infinity
say we're out of sanity
yet all yearn for eternity

the space rovers came and fade
roaming around then stopping by
sheltered under Heaven's shade
in time they will wave goodbye
bathing inside the spring of rays
soul's polished by a secret hand
in the mirror there's shining face
rased by the endless affection

Putra Bhakti

Sebuah cita-cita tinggi adalah manifestasi idealisme seorang pemuda. Dia akan menciptakan langkah-langkah tertentu untuk mewujudkannya bahkan terkesan sengaja mempersulitnya demi sebuah tantangan. Dalam kehidupan sosial, cita-cita seperti itu terkesan seperti mission impossible. Akan tetapi, semakin rendah tingkat keberhasilan, semakin besar pula keinginan untuk merobohkan pesimisme yang muncul dari pihak lain.
Fenomena dua kelompok masyarakat yang ‘terpisah’ menjadi salahsatu tantangan bagi Putra Bhakti untuk menyatukannya, paling tidak secara hati. Persaudaraan yang tidak terpisahkan oleh struktur pemerintahan maupun batas wilayah menjadi impian besar bagi organisasi ini - yang justru terus eksis karena kekompakan para anggota yang berasal dari berbeda-beda wilayah dan latar belakang.
Acara memperingati malam proklamasi yang melibatkan gabungan dua RT adalah sebuah langkah awal untuk mencapai cita-cita tersebut. Tentu saja ada banyak pertentangan saat ide ini diluncurkan. Masyarakat dari kedua RT memang sudah lama ‘terpisah’ secara administratif, sehingga sedikit banyak mempengaruhi kultur sosial masing-masing. Masing-masing telah merasa ‘nyaman’ dengan kultur yang ada, sehingga ketika harus berkompromi dengan kultur yang berbeda memang ada perasaan berat. Hal ini wajar karena tidak mudah untuk menyatukan dua pikiran dan membutuhkan waktu yang sebenarnya tidak instan.
Tujuan yang dianggap mulia oleh satu pihak memang bersifat relatif bagi lainnya. Asal jika manfaatnya lebih banyak daripada mudaratnya, tiada salahnya jika dicapai meskipun dengan usaha keras. Terlebih, memupuk rasa persatuan dalam lingkup masyarakat yang belum terlalu luas sangat dibutuhkan dalam mendukung persatuan bangsa. Dengan demikian, cita-cita tersebut perlu terus diperjuangkan semenjak timbul kesadaran bahwa persaudaraan yang luas adalah kekuatan luar biasa dalam menegakkan keadilan sosial.
Jalan menuju impian tersebut memang seakan dipersulit oleh faktor teknis dan nonteknis. Namun, banyak pengalaman berharga yang diperoleh baik dari hal besar sampai yang sepele. Masalah konsumsi dan dekorasi misalnya, ternyata tidak semudah yang dibayangkan dan memerlukan kompromi pihak-pihak terkait agar semuanya merasa dihargai. Tidak ada bagian yang luput dari permusyawaratan ketika disadari bahwa perhelatan ini mengakomodir dua potensi kultural. Meski demikian, tak ada yang bisa secara sempurna terpuaskan dengan segala macam kompromi itu dan terkadang masih ada yang tidak bersedia menekan idealismenya. Namun, keputusan demi keputusan harus diambil secara cepat dan tepat untuk memastikan segala kesiapan. Bahkan segala suara miring yang muncul sebagai ekses, harus disikapi secara legawa mengingat hal ini merupakan salah satu ‘bumbu’ dalam mengolah ambisi menuju kesuksesan.
Segala kontroversi dapat diakhiri saat berada dalam situasi sesungguhnya di lapangan. Setiap individu akan merasakan tanggung jawab bersama tentang pentingnya persatuan dan kesatuan. Tak ada yang akan mau disalahkan begitu saja jika terjadi kegagalan karena akan mencoreng nama suatu masyarakat. Secara langsung maupun tidak, setiap orang mempelajari berbagai cara untuk menyukseskan acara penuh symbol persatuan tersebut. Secara sadar maupun tidak, golongan tua maupun muda akan terpanggil untuk menanam kembali rasa saling menghargai orang yang berbeda kultur sosial, usia, maupun latar belakang. Tidak ada kesempatan untuk mundur ketika semua sudah berjalan layaknya berada di atas kapal yang sudah di tengah laut. Yang harus dilakukan adalah persiapan untuk menghadapi segala risiko atau gangguan. Tiada cara lain kecuali bekerjasama dengan orang yang dijumpainya tanpa peduli latar belakangnya.
Akhirnya sukses atau tidaknya acara gabungan tersebut dapat dilihat dari berbagai sisi. Yang perlu disoroti adalah pertanyaan “sudahkah muncul ikatan persaudaraan baru antar individu intern maupun antara dua kelompok masyarakat tersebut?’ Jawaban pasti sudah tersedia dalam masing-masing pribadi yang terlibat dalam acara tersebut. Ternyata hasil akhir juga relatifatau tidak bisa digeneralisir dalam waktu sekejab sebab ini barulah awal dari keinginan menuju idealism sosial: sebuah persatuan. Akan tetapi sebuah permulaan yang dilakukan dengan penuh keseriusan tetap akan meninggalkan paling tidak kesan mendalam bagi semua yang melakoninya. Tanpa benar-benar memulai, kita tidak akan pernah tahu langkah pertama melakukan sesuatu.